BLORA HITS : Aksi Sadis Maling Kayu di Blora, Mantri Hutan Disekap dan Disiksa

INFO BLORA HITS kali ini adalah aksi sadis gerombolan maling kayu terhadap mantri hutan.

Aksi pembalakan liar alias illegal logging ini terjadi dalam dua hari berturut-turut.

Terakhir kali terjadi di wilayah hukum Kecamatan Jiken, Sub KPH Cepu Utara dan wilayah hukum Kecamatan Jepon yang masuk pengelolaan Sub KPH Cepu Selatan.

Pencurian kayu di hutan petak 5088 a Magersaren, BKPH Nglebur, Sub KPH Cepu Utara ini menyimpan cerita menakutkan.

Mantri hutan mengalami nasib malang karena dianiaya oleh gerombolan pencuri kayu hutan ini.

Korban mengaku pada hari Selasa (15/12/2020) lalu sekira pukul 00.30 WIB saat dirinya sedang di Pos Magersaren, dirinya didatangi belasan orang dengan membawa senjata tajam jenis pedang.

Para pelaku masuk ke dalam pos tersebut dan secara bersama-sama memegang tangan dan badan korban.

Dua pelaku menodongkan senjata api (pistol) ke bagian kepala kiri dan perut bagian kiri

Kemudian menyeretnya ke luar pos tersebut sekitar 25 meter.
Handphone dan uang di dompetnya sejumlah Rp1,9 juta diambil para pelaku.

Ada salah satu pelaku yang nekat menyayat hidung bagian atas korban dengan menggunakan senjata tajam

Menurutnya, pelaku menyeretnya hingga ke sawah yang ditanami jagung.

Kemudian, kedua tangan Sy diikat di belakang, begitu pun dengan kedua kakinya dengan tali rafia.

Dia mengaku masih mendengar adanya aktivitas penebangan kayu menggunakan mesin gergaji jenis Senso.

Bahkan ada suara kendaraan (truk) yang memuat kayu hasil penebangan pohon saat meninggalkan TKP sekitar pukul 03.00 WIB.

Dirinya berhasil melepaskan tali rafia yang mengikat kakinya.

Setelah berhasil terlepas, kemudian dirinya berjalan kaki menuju asrama tempat korban tinggal dan meminta tolong istrinya untuk melepaskan tali rafia yang masih mengikat kedua tangannya.

Setelah itu, dirinya menghubungi pimpinanannya dan memberitahukan kejadian tersebut.

Atas kejadian ini, Iptu Nur Dwi Edie selaku Kapolsek Jiken menjelaskan, saat ini peristiwa di wilayah hukumnya tersebut ditangani Polres Blora.

Terakhir, informasi yang berhasil dihimpun Liputan6.com, Kamis (24/12/2020), ada beberapa pelaku dari 25 orang yang terlibat sudah dibekuk petugas.

Secara beruntun, peristiwa pembalakan liar juga terjadi di hutan petak 6024 RPH Jomblang, BKPH Nglobo, Sub KPH Cepu Selatan, tepatnya pada Kamis (17/12/2020).

Beruntung, kejadian di wilayah Kecamatan Jepon ini tidak ada mantri hutan atau pegawai perhutani yang dianiaya atau bahkan sampai dibunuh maling-maling kayu hutan.

Aksi pembalakan liar yang terjadi ini, barang buktinya berhasil diketahui petugas sekitar pukul 03.00 WIB. Saat ini, barang buktinya diamankan di Mapolsek Jepon.

Diketahui dari keterangan polisi, kedua peristiwa yang berbeda kecamatan ini terjadi sama-sama tengah malam, yang terjadi dalam dua hari berturut-turut.

“Tidak ada kaitannya dengan di Jiken, ini masih dalam tahap penyelidikan semua,” tegas Kapolsek Jepon, Iptu Supriyono, melalui Kanit Reskrimnya, Iptu Ramiin.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto menambahkan dugaan sementara pelaku mengambil kayu sonokeling.

“Kasus ini masih didalami. Pencurian kayu sonokeling dengan menganiaya mantri hutan, Pelaku lebih dari sepuluh,” kata Setiyanto. Sumber : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*